LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI ENUMERASI MIKROORGANISME


LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI
ENUMERASI MIKROORGANISME
 (Tinjauan Pustaka)
1.  Enumerasi

Enumerasi merupakan suatu prosedur dalam perhitungan bakteri viabel dengan menggunakan pengenceran bertingkat (serial delution) (Basslrl 2012 : 3). Perhitungan mikroba dengan metode enumerasi ddalam suatu media dilakukan  tanpa identifikasi jenis mikroba. Hal ini bertujuan untuk mengestimasi jumlah sel dari suatu kultur bakteri secara kuatitatif. Enumerasi dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu dilakukan secara mikroskopis (direct) dan Total Plate Count (TPC)(Garg dkk. 2010: 54). Perhitungan mikroskopis dilakukan dengan menghitung jumlah sel mikroorganisme dibawah mikroskop dengan menggunakan kamar hitung Neubauer, counting chamber, dan fluorescent dyes (Bassiri 2012 : 3-5).


2.      Teknik enumerasi yang digunakan

Teknik enumerasi terbagi menjdai teknik secara langsung (direct) berupa counting chamber dan fluorescent dyes dan teknik secara tidak langsung (indirect) berupa viable count, the most probable number (MPN), direct Measurement of microbial biomass dan indirect measurement of microbial biomass (Bassiri 2012 :  1-4). Teknik enumerasi yang dilakukan kelompok Sembilan  pada praktikum menggunakan metode  TPC (Total Plate Count). Perhitungan dengan metode metode ini dilakukan berdasarkan  jumlah koloni yang tumbuh pada cawan atau biasa disebut dengan CFU (Colony Forming Unit). CFU menunjukkan jumlah mikroorganisme yang hidup didalam sampel. (Bassiri 2012 : 4)

TPC dilakukan dengan sampel yang telah diketahui jumlahnya (biasanya 10 ml) disuspensikan kedalam air steril yang volumenya juga sudah diketahui (biasanya 90 ml atau bergantung dengan jumlah sampel sehingga diperoleh total 100 ml) diencerkan secra bertahap. Pengenceran bertahap (Serial Dilution) dilakukan dengan cara melakukan pengenceran beberapa kali pada sampel dengan jumlah volume yang sama. Contohnya, mencampurkan 1 ml sampel yang telah diencerkan kedalam air steril sebanyak 99 ml dan dilakukan secara berlanjut hingga jumlah pengenceran yang ditentukan (Aneja. 2003 : 157-158). 0.1 ml sampel hasil pengenceran bertahap diambil lalu di sebar pada cawan petri yang berisi medium pertumbuhan dengan menggunakan spatel Drygalsky secara merata (Bassiri 2012 :  5)

 Praktikum enumerasi kali ini menggunakan  medium agar PDA (Potato Dextrose Agar). Penggunaan medium PDA sesuai dengan sampel yang digunakan yaitu yeast spesies Pichiaanomala. Praktikum enumerasi dilakukan dengan pengenceran. Cawan petri yang telah diinokulasi sampel kemudian di inkubasi dengan posisi terbalik selama 24-48 jam. Setelah itu, CFU (Coloni Forming Unit) yang tumbuh dihitung jumlahnya dan dilakukan perhitungan dengan mengkalikan  jumlah koloni dengan faktor pengenceran dan volume sampel yang diambil sehingga diperoleh jumlah sel per milliliter (Aneja. 2003 : 158). Faktor pengenceran dapat dihitung dengan cara membagi volume sampel dengan total volume pada tabung reaksi (Yousef & Carlstrom. 2003 : 9). 

Daftar Acuan
Aneja, K., R. 2003. Experiments in Microbiology, Plant Pathology and Biotechnology 4th Ed.  New Age International (P) Ltd., New Delhi : xxii + 604 hlm
Bassiri, Eby. 2012. Enumeration of Microorganism. Penn Art & Sciences. University of Pennsylvania : 10 hlm
Cseke, L. J., P. B. Kaufman, G. K. Poila, C. J. Tsai. 2003. Handbook of Molecular and Cellular Methods in Biology and Medicine. 2nd Ed. CRC Press LLC, Florida : 23 hlm.
Garg, N., K. L Garg & K. G. Mukerji. 2010. Laboratory Manual of Food Microbiology. I. K. International Publishing House, New Delhi : 200 hlm.
Yousef, A. E. &  C. Carlstrom. 2003. Food Microbiology : A laboratory manual. John Wiley & Sons, Inc., New Jersey : vii+275 hlm.
Sanders, E. R. 2012. Aseptic Laboratory Techniques : Plating Method. J Vis Exp (63) : 3064
Tao, N., Yumei, G., Yuejin, L. 2011. Isolation and characterization of a Pichia anomala strain: a promising candidate for bioethanol production.  College of Chemical Engineering Xiangtan University, Xiangtan: 42(2): 668–675

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN GENETIKA: PEMISAHAN BIOKIMIAWI PIGMEN MATA Drosophila melanogaster DENGAN KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS

Motivasi Menulis (Summary Kegiatan Pelatihan Menulis by Dra. Rita Audriyanti, M. Pd.)